6.18.2008

Mahalnya Nilai Kejujuran


attention

Seperti yang kita ketahui bersama, di era Globalisasi seperti sekarang ini mencari kejujuran dari setiap ucapan daan tingkah laku manusia sungguh sangat sulit, ibarat mencari jarum di atas tumpukan jerami. Di sana sini kebohongan bertaburan, rasa tidak percaya kepada orang lain selalu ada. Apa gerangan jika bukan nilai kejujuran yang semakin tergerus. Coba perhatikan gambar yang secara tidak sengaja saya peroleh dari Googling di atas



Setelah para pembaca memperhatikan gambar tersebut, bagaimana seandainya jika brosur seperti itu benar-benar ada??? Apakah kita memenuhi kedua syarat seperti yang tertera??? Saya tidak akan membahas kedua syarat di atas. Kejujuran merupakan sebagaian kecil dari kedua syarat tersebut. Namun kejujuran adalah hal yang kecil yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan hal besar dalam hidup ini. Memang ada orang yang berkata “Orang jujur tidak selamanya Mujur, tapi Hancur”. Berbuat jujur memang sungguh sangat sulit, apalagi di era seperti ini yang dimana baik bisa jadi buruk, buruk bisa jadi baik. Tapi itu semua tergantung dari manusia masing-masing. Apabila kita masih ingat bahwa setiap tingkah laku dan ucapan kita ada yang melihat, dan setiap perbuatan kita akan dihisab atau dibalasan, maka kita akan takut untuk tidak berbuat bohong atau tidak jujur.
Manusia memang tidak bisa sempurna, manusia tidak selamanya benar. Kita semua menyadari, kita pasti pernah berbohong atau tidak jujur. Tapi bagaimana caranya kita meminimalkan kebohongan yang kita perbuat tersebut.
Terkadang manusia tidak menyadari kalau dirinya telah berbuat tidak jujur. Misal, bagi mahasiswa seperti saya kegiatan menyontek saat ujian adalah bagian ketidak jujuran. Kita telah membohongi dosen kita karena menyontek. Bahkan kebohongan atau ketidak jujuran yang terkecil dan mungkin hamper dari semua pembaca tidak mengetahuinya adalah ketidak jujuran pada diri sendiri, contohnya kita tau jika kita melakukan satu hal yang hal itu salah atau dilarang tetapi kita tetap mengerjakannya. Orang bijak berkata “Janganlah kau bohongi drimu sendiri, sungguh serendah-rendahnya kebohongan adalah membohongi diri sendiri”.
Mari kita bersama-sama berusaha memperbaiki diri kita, tidak perlu kita muluk-muluk, tapi mulailah dari yang terkecil yaitu berbuat jujur. Berbuat jujur kepada orang lain dan diri kita sendiri.

Kamar koz tercinta, 18 juni 2008



5 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
diorockout on Kamis, 19 Juni, 2008 mengatakan...

komentar dihapus
posting ini telah dihapus oleh administrator blog :lol:

btt,
but, there is still honest people in the world..

Anonim mengatakan...

em..kenapa ya sekarang harga jujur kacang iji jadi mahal???
apa gara2 pengaruh naeknya harga minyak mentah dunia??
:P

**kaburr**

Anonim mengatakan...

klo boleh ngomong jujur...
jujur aja mas...
saya nggak pernah jujur...
tapi jujur aja...
saya suka bgt ma jujur...
jujur ayam,jujur kacang ijo,jujur manado,jujur sum-sum,dan jujur-jujur lainnya....

Posting Komentar

Setelah Baca-baca, Silahkan tinggalkan komentar
Silahkan.......